Berita Konservasi Lingkungan Sumsel

Warga Kepayang MUBA Rencana Kembangkan Jelutung

Pohon Jelutung
Ilustrasi Red

Siar Indonesia, BAYUNG LINCIR – Warga di Desa Kepayang Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengembangkan pohon Jelutung yang menjadi bahan baku pembuatan permen karet. Menurut Ketua Divisi Informasi dan Dokumentasi dari Yayasan Wahana Bumi Hijau (WBH), Aprilino, getah Jelutung berpotensi meningkatkan perekonomian warga setempat.

“WBH mendampingi warga Desa Kepayang untuk membuat pengembangan kelompok ekonomi, dari pembibitan hingga rencana penanaman pohon Jelutung di Hutan Desa Kepayang,” kata Aprilino dalam rilis yang diterima Sripoku.com, Rabu (3/9/2014).

Pohon jelutung menghasilkan getah berwarna putih. Penyadapan getah jelutung dilakukan pada pohon yang berdiameter lebih kurang 20 cm. Sekali penyadapan satu pohon dapat menghasilkan getah jelutung 0,1-0,6 kilogram. Dalam setahun penyadapan getah jelutung bisa dilakukan 40 kali. Setelah pohon jelutung tidak lagi menghasilkan getahnya, batangnya bisa ditebang untuk dimanfaatkan kayunya. Kayu jelutung dapat digunakan untuk bahan cetakan bangunan, meja gambar, kelom, ukiran, sepasiter baterai, kayu lapis dan pensil. Indonesia menjadi pemasok getah jelutung terbesar pada negara-negara importir.

Dijelaskan Aprilino, awalnya Desa Kepayang berada di bantaran Sungai Lalan yang merupakan bagian dari Desa Muara Merang. Namun memisahkan diri menjadi pada November 2006. Semenjak aktivitas penebangan kayu alam pada masa Hak Pengelolaan Hutan (HPH) tahun 1970 an, dusun Kepayang pun menjadi tempat persinggahan bagi pengelola HPH yang berakses di sungai Kepayang. Pemukiman di dusun Kepayang ini terus berkembang dengan banyaknya mantan pegawai HPH yang menetap. Penduduk desa Kepayang dominan berasal dari daerah Sumatera Selatan, yaitu dari kabupaten OKI, Palembang, Sekayu, Banyuasin, Muara Enim, dan sebagian kecil berasal dari daerah Jambi, Medan, Bugis dan Kalimantan.

Berdasarkan data kependudukan dari Pemerintah Desa Kepayang, jumlah penduduk desa Kepayang pada saat ini tercatat sebanyak 800-an Kepala Keluarga (KK) dengan mata pencaharian utama penduduk desa adalah buruh perkebunan, petani kebun, nelayan, pedangan, buruh logging, pembuat arang dan kerajinan kayu dan lainnya.

“Kita bersama-sama warga berencana akan mengembangkan pohon Jelutung di hutan Desa Kepayang di Dusun Nuaran. Peningkatan partisipasi warga dalam hal ini menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanan Hutan Desa Kepayang,” paparnya.

Sumber: Sripoku.Com

Share This: