Ekonomi

Stok Sembako aman hingga Delapan Bulan

info-harga-sembako-terbaru-januari-2014_2Siar Indonesia, PALEMBANG, Pada saat bulan Ramadhan ini dan mejelang lebaran nanti , stok sembako seperti beras, gula, kedelai dan minyak sayur dinyatakan aman hingga enam atau delapan bulan kedepan. Hal ini terungkap dalam Rapat Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel sebagai Kegiatan Operasional Dewan Ketahanan Pangan 2014, diruang rapat ketahan pangan Sumsel,
“untuk beras sendiri pasokanya masih aman hingga 8,5 bulan kedepan. Sedangkan sembako seperti minyak sayur, gula, dan lainnya masih aman hingga enam bulan kedepan,” ujar Mukti Sulaiman, Sekda Sumsel yang memimpin rapat tersebut.
Mukti mengatakan , untuk pendistribusian sembako ini terlebih dahulu akan dikumpulkan Kepala Ketahan Pangan yang tersebar diseluruh Kabupaten/Kota untuk melancarkan proses pendistribusian yang merata dengan harga yang wajar.
“Dalam hal ini, yang membuat tidak aman karena sering adanya spekulasi harga oleh oknum tertentu. Namun untuk meminimalisir hal tersebut, terus diadakan pasar murah dan operasi pasar yang sudah diajukan di Dolog,” tambahnya.
Selain pasokan sembako, Mukti juga sempat menyinggung BBM (Bahan Bakar Minyak) yang masih langkah ataupun ditemui harga tinggi di kabupaten/kota tertentu.
“Rata-rata di kabupaten/kota tertentu hanya mempunyai satu SPBU, itupun dengan stok terbatas. Jadi nanti kami akan membicarakan dengan pihak Pertamina supaya membuat semacam sub SPBU lagi di beberapa desa,” imbaunya.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Divre Sumsel, Bambang Napitupulu mengatakan, saat ini untuk pasokan beras yang tersedia digudang bisa dikatakan aman dan tersedia hingga 8,5 bulan kedepan. Dalam hal ini, pihaknya juga siap membantu menyediakan barang kebutuhan pokok, operasi pasar dan pasar murah.
“Menjelang hari kebesaran agama, gejolak kenaikan harga pasti akan terjadi. Namun kami terus berupaya agar kenaikan tersebut masih dalam batas standar,” jabarnya.
Menurutnya, kenaikan harga dikatakan wajar biasanya mencapai hingga 10 persen. Namun, jika harga yang naik mencapai angka 15-20 persen hal tersebut masih bisa ditoleril.
“Kami selalu mengupayakan antisipasi kenaikan harga supaya tidak terlalu menyengsarakan masyarakat,” katanya.
Yang ditakutkan katanya, adanya pedagang spekulan yang biasanya hanya memanfaatkan situasi harga pangan dengan menaikkan harga yang sangat tinggi.
“Kalau diadakan pasar murah, harus diberikan kupon kepada rakyat yang betul-betul membutuhkan atau dalam hal ini, rakyat menengah kebawah,” Tutupnya.(JUA).

Share This: