Pemilu 2014 Politik

Saham VIVA dan MNCN Terus Melemah Hingga 6 Persen

viva dan mnc

Siar Indonesia, Jakarta – Sehari setelah mengumumkan hasil hitung cepat Pemilihan Presiden, saham-saham milik PT Visi Media Asia (VIVA) dan PT Media Nusantara Citra (MNCN) melemah hingga 6 persen pada penutupan perdagangan hari ini.

Saham VIVA turun 6,72 persen ke Rp 250, sementara MNCN turun 6,23 persen ke Rp 2.560. Sebagai perbandingan, saham perusahaan media PT. Surya Citra Media, Tbk (SCMA), yang memiliki stasiun tv SCTV naik 3,5 persen ke Rp 3.720.

Pada penutupan sesi pertama siang tadi, saham VIVA turun 4,9 persen ke Rp 255, sementara saham MNCN jatuh 3,7 persen ke Rp 2.630.

Grup VIVA dan MNC mengumumkan hasil hitung cepat pemilihan presiden 2014 yang berbeda dengan hasil hitung cepat yang diumumkan media lainnya.

Mereka mengumumkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa unggul 1-2 persen atas pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dengan mengutip survei dari Puskaptis, JSI, dan LSN.

Sementara media lainnya, seperti Beritasatu, Kompas, SCTV, Trans7, mengumumkan sebaliknya, dengan menggunakan data dari Lingkaran Survei Indonesia, Saiful Mujani Research and Consulting, RRI, Kompas, CSIS, dan Poltracking Indonesia.

Kepala riset KDB Daewoo Securities Betrand Raynaldi menyatakan, bisnis media adalah bisnis kepercayaan. Jika sebuah media menayangkan informasi yang tidak benar, hal itu akan memengaruhi kelanjutan bisnis dan pendapatan perusahaan.

“Turunnya saham VIVA dan MNCN memang berkaitan dengan quick count yang memenangkan Prabowo-Hatta Rajasa. Investor melihat itu tidak benar. Keberpihakan nampak pada owner yang terlihat cukup aktif dan tidak profesional sehingga investor memberikan hukuman dengan melepas saham dua emiten itu,” ujarnya saat berbincang dengan Beritasatu.com Kamis (10/7).

Namun demikian, kemungkinan saham kedua emiten kembali menguat dalam waktu dekat ini terbuka. Potensi saham MNCN khususnya untuk rebound bisa terjadi lebih cepat karena saham emiten ini di pasar tidak terlalu banyak.

“Kita akan lihat lagi dampak sentimen hari ini. Kita lihat lagi fundamentalnya apakah bisa dijustifikasi dengan penurunan hari ini, kalau ternyata tidak ya investor masuk lagi, ” ucapnya.

Betrand mengatakan penurunan saham kedua emiten masih akan terjadi selama dua hari ke depan seiring menurunnya kepercayaan investor terhadap profesionalitas dan netralitas perseroan.

Secara keseluruhan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memberikan reaksi positif terhadap hasil hitung cepat Pemilihan Presiden, yang mengunggulkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagaimana dilansir oleh mayoritas media dan lembaga survei terpercaya. IHSG menutup perdagangan hari ini menguat 1,46 persen (73,3 poin) ke 5.098,01

Share This: