Berita Istana Negara Jakarta Nasional Tokoh

Menteri Pariwisata Kabinet Jokowi 2014 Calon

Susi Pudjiastuti

Siar Indonesia, Jakarta – Calon Menteri Pariwisata Kabinet Presiden Joko Widodo memanggil Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Aviation, Susi Pudjiastuti, ke Istana Negara dalam kaitan dengan proses pemilihan menteri, Kamis, 23 Oktober 2014. Susi Pudjiasti disebut-sebut sebagai kandidat Menteri Pariwisata.

Susi adalah pengusaha sukses yang memulai bisnisnya sebagai pengepul ikan di Pangandaran, Jawa Barat. Perempuan 49 tahun ini bukanlah sarjana. Ia hanya mengantongi ijazah sekolah menengah pertama karena memutuskan keluar dari sekolah formal ketika duduk di bangku sekolah menengah atas.

Pada 1996, Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product. Produk unggulannya adalah lobster dengan merek Susi Brand. Pada 2004, ia memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar untuk mengirimkan lobster dan ikan segar ke Jepang dan Amerika.

Pesawat milik Susi pernah membantu korban tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami melanda Aceh dan pantai barat Sumatera, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi. Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. (Baca: Rilis Kabinet Batal, PDIP: Tak Ada Intervensi KPK)

Ia mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation, operator penerbangan Susi Air. Saat ini Susi Air memiliki 50 unit pesawat dari berbagai jenis. Di antaranya Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa, seperti di Papua dan Kalimantan. Pada 2008, dia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

Susi menerima banyak penghargaan, antara lain, Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat pada 2004, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (2005), serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia (2006). Dia juga menerima Sofyan Ilyas Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2009.

Share This: