Kesehatan

Manfaat Lain Puasa: Turunkan Kadar Lemak Tubuh Tanpa Kurangi Massa Protein

dietukur

Siar Indonesia, Jakarta, Berbagai penelitian menunjukkan banyak manfaat berpuasa, terutama di bulan Ramadan. Misalnya penurunan berat badan, terkontrolnya kadar gula darah, serta menurunnya kadar kolesterol total, termasuk kolesterol jahat (LDL). Namun, baru-baru ini peneliti di FKUI-RSCM menemukan bahwa puasa bisa menurunkan kadar lemak dalam tubuh.

Ya, tim dokter Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM dan Instalasi Gizi RSCM melakukan studi untuk melihat secara lengkap perubahan komposisi tubuh, asupan makan dan dampaknya setelah Ramadan. Studi ini melibatkan 43 staf medis RSCM yang terdiri dari ahli gizi, perawat, dan dokter yang berpuasa di bulan Ramadan tahun 2013.

“Selama Ramadan ternyata terjadi penurunan berat badan dan perubahan komposisi tubuh kecuali massa protein. Begitu pula pada ratio pinggang dan pinggul terjadi penurunan. Yang menarik asupan kalori ternyata tidak berubah pada hari pertama dan hari terakhir puasa,” kata ketua peneliti dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, FINASIM dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7/2014).

Sementara itu, aktivitas yang berhubungan dengan ibadah meningkat sehingga pengeluaran energi pun bertambah. Akibatnya, lemak tubuh menurun walaupun asupan makan tetap sama. Pada pria, jumlah penurunan berat badan lebih besar di mana rata-rata penurunan berat badan pada pria mencapai 1,4 kg sedangkan pada wanita hanya 0,8 kg.

“Pengurangan lemak tubuh mencapai 0,5 kg. Meski lemak berkurang, massa protein dalam tubuh ternyata tidak berkurang. Apalagi protein memang dibutuhkan untuk kekuatan otot baik otot anggota gerak, maupun otot untuk pernafasan dan jantung,” lanjut dr Ari.

Dalam studi ini, peneliti melakukan pemeriksaan komposisi tubuh lengkap dengan menggunakan alat khusus GAIA 359 PLUS, pemeriksaan antropometri dan analisa asupan makan harian. Prosedur dilakukan di hari pertama Ramadan, hari ke-28 dan 4-5 minggu setelah puasa Ramadan. Peserta diberi kebebasan untuk beraktivitas dan mengonsumsi makanan seperti biasa.

Semantara itu, pengukuran berat badan, tinggi badan, dan komposisi tubuh dengan menggunakan alat untuk mengukur komposisi tubuh seperti massa protein, mineral, air, lemak tubuh dan rasio pinggang dan panggul. Peserta penelitian terdiri dari perempuan 86 % dan 44 % peserta memiliki berat badan lebih atau kegemukan. Rata-rata usia peserta 34 tahun dengan rentang kurang lebih 11 tahun. Indeks Massa Tubuh (IMT) rata-rata 23,7 kg/M2.

Dalam penelitian berjudul “The Ramadan fasting decreased body fat but not protein mass in healthy individuals” ini ditemukan bahwa 4-5 minggu pasca puasa Ramadan, berbagai paramater komposisi tubuh dan berat badan kembali ke sedia kala seperti hari pertama puasa.

“Hasilnya konsisten dengan penelitian di luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen untuk tetap mempertahankan berat badan selama Ramadan tidak konsisten dan tidak berlangsung lama,” kata dr Ari. Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dan akan dipresentasikan pada Kongres Gastroenterologi Asia Pasifik akhir tahun ini di Bali.

Share This: