Kesehatan

Manajemen Seks Dibulan Ramadhan

seks ramadhan

“Telah dihalalkan bagimu bersetubuh dengan istrimu pada malam-malam puasa. Mereka sebagai pakaianmu dan kamu sebagai pakaian mereka.Allah telah mengetahui bahwa kamu telah mengkhianati dirimu sendiri dan Allah telah menerima tobatmu dan memaafkanmu. …” (QS. Al-Baqoroh : 187).

Hubungan harmonis antara suami isteri tetap harus dibina dan semakin ditingkatkan, bulan suci Ramadhan justru semakin banyak waktu penulis untuk berbuka puasa di rumah karena berkurangnya waktu lembur dipabrik tempat saya bekerja.

Dan bulan puasa ini pun tidak menghalangi kita untuk semakin memperat hubungan suami isteri termasuk didalamnya terkait masalah seks, merupakan salah satu dari sekian cara dalam mempereat kasih sayang diantara kita berdua. Tetapi bagi beberapa orang yang pernah penulis ajak mengobrol terkait manajemen seks selama bulan suci Ramadhan, sebagaian kecil menganggap puasa yach berarti puasa seks juga, atau ada yang bilang malas lah kan harus bangun pagi-pagi banget untuk mandi besar karena malamnya habis berhubungan intim, atau berbagai alasan lainnya.

Al-qur’an sendiri secara terang benderang menghalalkan atau memperbolehkan hubungan intim suami isteri dibulan puasa, oleh karena itu penulis mencoba memberikan masukan ke rekan
tersebut terkait manajemen seks selama bulan Ramadhan, yang penulis dapat dari guru ngaji dan beberapa literature yang ada (kayak psikolog gitu ..), istilah kerennya manajemen seks dibulan Ramadhan gitu !.

Mengkoreksi pemahaman mandi cepat alias pagi-pagi banget sehabis hubungan intim , bagaimanapun pendapat ini menjadi salah satu sebab bermalas-malasan untuk seks, padahal menurut mayoritas ulama mengatakan mandi janabah /mandi besar sebelum terbitnya matahari, artinya sebelum anda melakukan shalat shubuh anda harus dalam kondisi bersih, so ndak perlu jam 2 atau jam 3 mandi yach, kecuali bila kita mau melakukan shalat tahajud ya harus mandi janabah dulu.

Menjadikan beban karena sedang berpuasa Ramadhan, sepertinya surat Al-Baqoroh ayat 187 dapat menjadi tuntunan kita akan diperbolehkan atau dihalalkannya berhubungan intim suami isteri, jadi jangan ada perasaan beban yach.

Yang pasti harus dalam keadaan senang dan juga pikiran selaras dengan pasangan kita, yach kalau tips ini mungkin semua sudah mahfum dan banyak dilontarkan oleh siapa saja terkait dengan kondisi suami isteri saat melakukan hubungan intim yang maksimal.

Terakhir dan penting adalah Manajemen waktu kita, waktu bulan puasa harus kita maksimalkan sedemikian rupa, sampai jam 22.00 biasanya kita baru bisa santai selepas tarawih dan tadarrus al- qur’an. Kita juga harus mempertimbangkan waktu istirahat tidur dan saatnya kita bangun untuk sahur, itu yag harus kita cari waktu yang tepat dan tidak menyusahkan tentunya.

Puasa Ramadhan bagaimanapun momen yang tepat bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi jangan lupakan juga sisi kemanusiaan kita dalam berhubungan antara suami isteri karena bagaimanapun adalah hak yang harus saling terpenuhi utamanya masalah hubungan seks.

Bagaimana dengan anda rekan kompasiana ?

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan untuk rekan kompasiana yang menunaikannya. Semoga puasa Ramadhan tahun ini menjadikan kita semakin dekat dengan Allah SWT untuk menjadi manusia yang bertaqwa.

Sumber: Kompasiana, (Wefi)

Share This: