Lingkungan Sumsel

Kwalitas Udara di Sumsel Sudah Tidak Sehat

kabut asap 3

Siar Indonesia, Sumsel – Kabut asap dan Kwalitas Udara di Sumatera Selatan Khususnya di Ibukota Provinsi yaitu Palembang semakin pekat. Dari pantauan Kami (Divisi Informasi dan Dokumentasi Wahana Bumi Hijau) dan mengacu pada ISPU, ini menunjukkan indeks kwalitas udara di Palembang termasuk dalam kategori udara yang tidak sehat. “kata Aprilino”.

Palembang – Berdasarkan pantauan dari kami mengacu pada ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) menunjukan bahwa kwalitas udara di kota Palembang telah berada pada status tidak sehat yang artinya, udara sudah bersifat merugikan manusia maupun mahluk hidup yang kehidupannya ketergantungan pada udara (O2), efek yang ditimbulakan selain menimbulkan penyakit pada manusia yang ditandai dengan indikasi sesak napas, panas pada saluran pernapasan, dll, (keluhan warga saat diwawancara TIM kami). juga kwalitas udara yang tidak sehat ini dapat menyebabkan kerusak pada tumbuhanan dan tanaman serta nilai estetika.

kabut asap 2

Kepala Divisi Informasi dan Dokumentasi Wahana Bumi Hijau “Aprilino” menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah, karena ini dapat menyebabkan gangguan pada kesehatan terutama pada pernafasan. “Ya, kwalitas udara pada beberapa minggu terakhir ini telah menunjukan pada kwalitas tidak sehat, maka dari itu kita menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai kondisi udara saat ini yang mulai di selimuti kabut asap. Khususnya anak-anak dan lanjut usia (lansia) serta mereka yang sensitif asap dan mengguanakan masker ketika melakukan aktifitas diluar rumah,” jelas Aprilino.

kabut asap di bandara SMB

Dia mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan antar organisasi/LSM se-sumatera selatan guna membahas beberapa tindakan sebagai upaya dan kepedulian kita untuk mengatasi kabut asap yang kian hari kian pekat khususnya di Sumatera Selatan.

“Untuk antisipasi, kita akan melakukan koordinasi dengan seluruh Puskesmas yang ada di Sumatera Selatan untuk mengambil tindakan-tindakan pencegahan dari buruknya kwalitas udara, seperti pembagian masker, anak sekolah diliburkan dan sebagainya.

Disisi Lain Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang berada di luar ruangan. Imbauan ini dikeluarkan Badan Lingkungan Hidup (BLH) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel terkait kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi belakangan.

kabut asap 4

Diungkapkan Kepala BLH Sumsel, Lukitariati, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah berada di level 101 hingga 199. Artinya, kualitas udara sudah memasuki status tidak sehat. Udara katanya sudah terpapar Karbon Monoksida, Sulfur Dioksida, Nitrogen Dioksida, Ozon Permukaan dan Partikel Debu.

kabut asap 5

“Kita sudah lakukan identifikasi daerah seperti Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir. Hasilnya ISPU di tiga daerah itu berada di taraf level tidak sehat. Hal ini perlu diwaspadai, dan masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sebisa mungkin kenakan masker untuk melindungi diri dari pencemaran udara,” kata Lukitariati kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Sumsel.

Sementara untuk di daerah lain, BLH Sumsel belum bisa mengidentifikasi. Menurut Lukitariati, hasil analisa pihaknya sudah diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Sumsel untuk mengambil tindakan serta penanggulangan.

kabut asap 1

Terpisah, Kepala Dinas kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, secara umum kabut asap dapat menganggu kesehatan semua orang baik yang dalam kondisi sehat maupun sakit. Pada kesehatan tertentu, orang akan menjadi lebih mudah mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dibandingkan orang lain, khususnya pada orang dengan gangguan paru dan jantung, lansia dan anak-anak.

Terjadi 8 masalah kesehatan akibat kabut asap, di mana dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan serta infeksi. Kabut asap juga dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lainnya seperti bronkitis, kronik, PPOK dan lain sebagainya.

Selain itu, kabut asap juga dapat menyebabkan kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernafas.

kabut asap

“Bagi yang usia lanjut dan anak-anak dengan daya tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan,” sebutnya.

“Kemampuan paru dan saluran pernafasan mengatasi infeksi jadi berkurang sehingga mudah infeksi. Secara umum maka berbagai penyakit kronok juga dapat memburuk. Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bimu dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi,” tambahnya.

Dampak paling buruk akibat asap dari kebakaran hutan dan lahan adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut atau ISPA, karena tidak seimbangnya daya tahan tubuh, pola bakteri dan buruknya lingkungan. Namun masyarakat dapat melindungi diri dari resiko gangguan kesehatan akibat kabut asap.

“Hindari atau mengurangi aktivitas di luar rumah maupun ruangan, terutama yang menderita jantung dan pernafasan. Jika pun harus isa menggunakan masker. Jangan lupa sering minum air putih lebih banyak. Bagi yang ada gangguan paru untuk minta perlindungan tambahan pada dokter,” tandas Lesty

Share This: