Berita Korupsi

KPK Kembali Akan Periksa Gubernur Sumsel Alex Noerdin

gubernur-sumsel-dari-incumbent-alex-noerdin

Siar Indonesia – JAKARTA, Komisi Pemberantasan Korupsi sudah memastikan akan memanggil siapa saja yang diduga tahu mengenai ‘skandal’ proyek Pembangunan Wisma Atlet, Jakabaring, Wisma Atlet. Bahkan bila diperlukan, penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin guna melengkapi berkas tersangka Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumatra Selatan, Rizal Abdullah. “Jika keterangannya diperlukan (Alex Noerdin) pasti dipanggil,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya KPK, di Jakarta.
Alex diketahui sebagai Gubernur Sumatera Selatan dua periode sejak proyek pembangunan Wisma Atlet di Jakabaring, Sumatra Selatan dikerjakan. Disinggung apakah Alex diduga terlibat dalam kasus itu, Johan mengaku belum bisa memastikan. Yang pasti, kata dia, kasus belum berhenti sampai di Rizal. “Yang bisa saya pastikan kasus ini akan dikembangkan. Apa berhenti sampai di titik sekarang, saya kira masih dikembangkan,” tegas Johan.

Seperti diketahui berdasarkan fakta persidangan, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin tidak hanya disebut menerima fee 2,5 persen dari Rp 191 Miliar pada proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang, Anak buah Aburizal Bakrie di Partai Golkar itu juga dituding mengubah design proyek dari rencana semula yang mengakibatkan pergeseran spesifikasi bangunan dan anggaran. Namun, hal itu telah dibantah Alex Noerdin dalam berbagai kesempatan. (Sumber: tribunnews.com)

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin menyatakan dirinya diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus Wisma Atlet. Menurut Nazaruddin, penyidik mengarah terhadap keterlibatan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dalam kasus itu. “Jadi kasus Wisma Atlet ini kemungkinan yang mau diapakan itu Gubernur Sumsel, terus berapa yang Pak Alex Noerdin terima. Itu yang ditanya KPK,” tuturnya. Nazaruddin mengungkapkan Alex menerima fee 2,5 persen. Selain itu ada juga anggota dewan yang mendapat fee terkait proyek tersebut. “Kalau Pak Alex itu 2,5 persen. Terus anggota DPR-nya yang menerima itu Mirwan Amir, Olly Dondokambey, terus yang sampai sekarang belum tersangka juga kan Wayan Koster, ada jin apa yang melindungi kan,” tandasnya. Dalam kasus itu, Rizal disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ia diduga melakukan mark up atau pengelembungan anggaran. Kerugian negara dalam kasus itu sebesar Rp 25 miliar.

Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada 11 Agustus 2011, Rizal mengaku menerima Rp 400 juta dari PT Duta Graha Indah. Pengakuan itu disampaikan ketika Rizal bersaksi untuk Manajer Marketing PT Duta Graha Indah Mohammad El Idris. Saat itu, Rizal mengaku tidak tahu maksud pemberian uang tersebut. “Hanya dibilang ‘Ini buat Bapak’,” katanya menirukan El Idris saat penyerahan duit itu. Uang tunai tersebut telah Rizal kembalikan ke KPK. Diduga, “Bapak” yang dimaksud adalah Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Dalam vonis El Idris, nama Rizal menjadi salah satu yang terbukti diberi duit suap oleh El Idris. Motifnya, bentuk terima kasih atas pemenangan Duta Graha pada proyek Wisma Atlet. El Idris divonis 2 tahun penjara plus denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Rizal sempat mengungkapkan adanya fee 2,5 persen untuk Alex dari nilai uang muka proyek Rp 33 miliar yang didapat Duta Graha. “Untuk Komite 2,5 persen, Gubernur 2,5 persen,” kata Rizal. (Sumber: jpnn.com)

Edhie Baskoro Yudhoyono (2)
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat dari DPR Edhie Baskoro Yudhoyono mengikuti sidang Paripurna pemilihan pimpinan MPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/10/2014). Anggota MPR masih bersitegang terkait perwakilan calon pimpinan MPR yang diusung oleh masing-masing kelompok. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Pada tanggal 8 Oktober 2014 Nazarudin Juga menyebut “Ibas” sapaan Edhie Baskoro Yudhoyono Juga Terima 450.000 Dollar AS Terkait Wisma Atlet Mantan bendahara umum Partai Demokrat (PD) Muhammad Nazaruddin kembali menyebut orang-orang yang diduga kecipratan uang proyek Wisma Atlet. Dua di antara yang kebagian adalah putra presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yakni Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dan gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. Begitu disampaikan Nazaruddin kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK, Rabu (8/10/2014). “Ke Alex Noerdin Rp 1 miliar dan 450 ribu dollar Amerika ke mas Ibas,” kata Nazaruddin. Selain itu, lanjut suami Neneng Sri Wahyuni tersebut, ada juga aliran dana ke pihak lain. Di antaranya ke politikus Partai Demokrat Mirwan Amir dan Politikus PDI Perjuangan Olly Dodokambey. Nah, terkait Ibas, Nazaruddin kembali membeberkannya. Selain Wisma Atlet, Ibas juga kecipratan uang proyek lainnya. “Jadi ada juga uang 250 ribu dolar Amerika, ada juga yang diserahkan ke ruangannya Mas Ibas di DPR, terus ada juga soal proyek SKK Migas, yang PT Saipem (perusahaan Migas) itu miliknya Mas Ibas,” ujarnya.(Tribunnews.com)

Share This: