Hukum Jakarta Nasional

Komnas HAM Umumkan Investigasi Bambang Widjojanto Siang Ini

Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berencana mengumumkan hasil penyelidikan atas kasus dugaan kriminalisasi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto, Selasa (3/2) siang ini.

Hal tersebut disampaikan Roichatul Aswidah selaku anggota tim investigasi Komnas HAM untuk kasus Bambang saat dihubungi CNN Indonesia.

“Tim pagi ini akan rapat final untuk merumuskan kesimpulan. Kami akan umumkan ke media siang ini sekitar pukul 12.00 WIB,” kata perempuan yang juga ketua tim Komnas HAM untuk pelanggaran HAM berat tersebut.

Roichatul mengatakan Senin (2/1) kemarin, tim sudah melakukan koordinasi dengan lembaga Ombudsman Republik Indonesia (ORI) setelah Bambang Widjojanto menemui ORI untuk melaporkan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Budi Waseso. Penyalahgunaan tersebut menurut pihak Bambang merupakan bagian dari cacat administrasi.

“Tadi malam rapat belum selesai dan akan dilanjutkan lagi pagi ini. Hasilnya, tergantung pada diskusi tim. Semua masih dibahas dan difinalisasi. Kami tak mau asal ambil kesimpulan,” ujar Roichatul.

Tim investigasi yang terdiri atas delapan komisioner dan 14 staf KOMNAS HAM tersebut dibentuk setelah adanya laporan dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) atas dugaan kriminalisasi penangkapan Bambang Widjojanto.

Kali ini, tim Komnas HAM bergerak cepat dengan memeriksa saksi-saksi kunci kasus Bambang Widjojanto, termasuk Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Budi Waseso, pada Jumat (30/1) lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut, Budi Waseso membenarkan adanya pemborgolan serta kekerasan verbal terhadap Bambang Widjojanto.

“Soal penahanan dan penangkapan semuanya kewenangan penyidik dan itu dipertanggungjawabkan dalam Undang-Undang,” ujar Budi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komnas HAM Anshori Sinungan sempat mengatakan kepada media adanya pelanggaran HAM dalam penangkapan Bambang Widjojanto.

“Penelitian awal kami menunjukkan ada pelanggaran HAM,” kata Anshori.

Bambang Widjojanto ditangkap Bareskrim Polri pada Jumat (23/1) di Bojong Lio, Depok, usai mengantar anaknya sekolah. Penangkapan Bambang disinyalir sebagai serangan balik atas KPK setelah penetapan tersangka calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan pada Selasa (13/1).

Sumber: CNN Indonesia

Share This: