Info Lingkungan

Jokowi Dikepung oleh Kekuasaan

deklarasi

Siar Indonesia, Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai tengah dikepung oleh kekuasaan. Penilaian itu disampaikan salah satu anggota tim pemenangannya, Akbar Faisal, dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Kamis (3/7/2014).

Hal itu dikatakan Akbar menyikapi keputusan Ketua Umum DPP Partai Demokrat yang juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dalam Pilpres 9 Juli.

Akbar khawatir ada pemanfaatan kekuasaan untuk memenangkan pasangan yang menjadi rivalnya.

“Jujur saja, hari ini Jokowi resmi dikepung oleh kekuasaan. Demokrat netral, tapi di akhir justru mendukung Prabowo-Hatta,” kata Akbar.

Menurut Akbar, salah satu bukti dikepungnya Jokowi oleh kekuasaan adalah saat digerakkannya kepala dinas pendidikan atau organisasi guru untuk memberikan database guru di Indonesia. Hal tersebut kemudian dimanfaatkan oleh kubu Prabowo-Hatta untuk mengirimkan surat yang berisi permintaan dukungan kepada guru di banyak daerah.

“Dikepung enggak apa-apa, karena 60 persen pemilih Demokrat mendukung Jokowi. Kami khawatir digunakannya elemen kekuasaan untuk menggalang dukungan,” pungka politisi Partai Nasdem itu.

Sebelumnya, Demokrat resmi menyatakan dukungan kepada Prabowo-Hatta. Secara formal ketika pendaftaran peserta pilpres di KPU, Demokrat bersikap netral setelah gagal membentuk poros baru untuk mengusung capres Konvensi.

Dengan dukungan Demokrat itu, sudah ada tujuh parpol pendukung Prabowo-Hatta. Enam partai lain, yakni Gerindra, PAN, Golkar, PKS, PPP, dan PBB. Sementara itu, pasangan Jokowi-JK “hanya” diusung lima partai, yakni PDI-P, Nasdem, Hanura, PKB, dan PKPI.

Share This: