Palembang Sumatera Selatan Sumsel

Dikepung Kabut Asap, Kualitas Udara di Kota Palembang Masuk Level Berbahaya

palembang kabut asap

PALEMBANG – Kepungan asap tebal yang menyelimuti kawasan kota palembang beberapa pekan terakhir akhirnya mencapai puncaknya. Pada lima hari terakhir Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Palembang memastikan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai level berbahaya.

Hal tersebut terungkap dalam pengujian Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dilakukan setiap hari oleh Tim BLH sejak dari Jumat (25/09/2015) hingga Selasa (29/09/2015) yang menunjukkan angka diatas 300 yang merupakan ambang batas level berbahaya.

“Sejak Jumat pekan lalu, ISPU di kawasan kota palembang dan sekitarnya telah masuk level berbahaya, kita imbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah terutama pada pagi hari karena pada pukul 06.00 hingga pukul 10.00 sejauh ini menjadi puncak angka pencemaran dibandingkan siang ataupun sore hari,” ungkap Kepala BLH sumsel, Lukita Riaty, Selasa (29/09/2015).

Ia menyampaikan setiap hari rutin melakukan pengujian ISPU menggunakan alat pengukur pertikular debu (PM 10) haz-dust epam 5000 untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi. Pada level berbahaya ini, secara umum kualitas udara akan sangat merugikan kesehatan dan menimbulkan bahaya misalnya iritasi mata, batuk, dahak dan sakit tenggorokan. Oleh karenanya penggunaan masker menjadi sangatlah penting sebagai antisipasi baik saat beraktivitas di dalam ataupun diluar rumah.

Di Kabupaten Banyuasin Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dr Masagus Hakim mencatat hingga penghujung bulan September jumlah penyakit ISPA yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyuasin mencapai 2636 kasus.

Jumlah menurun dibandingkan bulan Agustus lalu 8.058 kasus.Menurutnya, di wilayah Banyuasin, ISPA tidak seluruhnya disebabkan karena kabut asap justru lebih karena musim kemarau yang berkepanjangan saat ini.

“Jika kita menilik data maka jumlah ISPA pada bulan September berada jauh dibawah bulan Agustus lalu, padahal kepungan kabut asap tebal baru menyelimuti Banyuasin pada bulan September, kesadaran akan penggunaan masker dalam aktivitas masyarakat yang cukup tinggi dan menjadi faktor yang memicu penurunan tersebut,” ungkapnya

Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dalam aktivitas baik di dalam maupun diluar rumah sebagai antisipasi terjangkit ISPA. Disamping itu, antisipasi juga dapat dilakukan dengan meningkatkan sistem kekebalat tubuh yakni banyak meminum air putih, susu, hingga makan buah buahan terutama bagi yang kerap beraktivitas di luar rumah ditengah kabut asap saat ini.

Share This: