Pemilu 2014 Politik

Berencana Kerahkan Massa, Prabowo Dinilai Tak Pahami Harapan SBY

prabowo-presiden-naik-kuda

Siar Indonesia, JAKARTA – Juru Bicara Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, menyatakan seruan Prabowo Subianto yang mendesak KPU agar jujur disertai semacam tekanan untuk memberi komando 100 ribu pendukungnya agar menduduki Gedung KPU di Jakarta bukanlah ucapan yang tepat bagi seorang pemimpin.

Menurut Hasto, apapun alasan dan latar belakangnya, ucapan pemimpin mencerminkan kesejatian watak dan kepribadian pemimpin.

“Dalam situasi seperti ini, seharusnya hal-hal yang disampaikan adalah komitmen untuk menggelorakan watak kebangsaan yang suka damai, toleran, dan berorientasi pada bangunan peradaban bangsa yang besar. Itu lebih baik daripada pernyataan yang bernada ancaman yang kian meresahkan,” kata Hasto di Jakarta, Sabtu (19/7/2014).

“Apa yang disampaikan Prabowo tersebut, dengan tidak mengurangi rasa hormat, bisa kontraproduktif di tengah upaya Presiden SBY yang berulang kali memastikan bahwa situasi keamanan akan kondusif,” ujarnya.

Dia melanjutkan seharusnya Prabowo bisa menangkap tekad Presiden SBY untuk menorehkan sejarah transisi kekuasaan yang aman dan damai.

Menurut Hasto, sepertinya niat baik Presiden SBY, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, dan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman, diabaikan oleh Prabowo.

“Atas kekeliruan itu, sebenarnya masih terbuka kesempatan bagi Pak Prabowo untuk meluruskan pernyataannya. Sebab bisa ditafsirkan, bahwa pernyataan itu sebagai bentuk ketidakpercayaan pada komitmen Presiden SBY,” tandas Hasto.

Sebelumnya, Kamis (17/7/2014) malam para pendukung Prabowo-Hatta menggelar apel siaga di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Dalam apel itu Prabowo menyatakan siap memberi komando ke para pendukungnya untuk menduduki KPU.

“Kalau KPU tidak jujur, maka saya akan melaporkan ke Bawaslu dan MK. Kalau masih tidak jujur juga, saya siap memberi komando 100 ribu pendukung saya untuk menduduki KPU,” katanya.

Rencana tentang pengerahan massa juga disampaikan anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Letjen (Purn) Yunus Yosfiah.

Menurut Yunus, pihaknya akan mengerahkan sekitar 5000 relawan pendukung Prabowo-Hatta saat pengumuman hasil pilpres di KPU nanti.

Yunus beralasan hal itu demi memberi jaminan agar KPU tidak mendapat tekanan dari luar dalam menetapkan hasil pilpres.

Sumber: yahoo.co.id

Share This: