Berita Hukum Jakarta Nasional Politik Presiden Wakil Presiden

Akui MKD Kurang Dipercaya Masyarakat, Junimart: Makanya Kawal Kami

Junimart

Jakarta – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) tengah memproses laporan Menteri ESDM Sudirman Said soal Setya Novanto yang disebut mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden terkait perpanjangan kontrak PT Freeport.

Wakil Ketua MKD asal PDIP Junimart Girsang mengakui bahwa MKD kurang mendapat kepercayaan dalam menuntaskan laporan-laporan terkait pelanggaran etik anggota dewan. Terutama soal sanksi yang dijatuhkan.

“Saya setuju itu (MKD kurang dipercaya masyarakat -red), makanya kawal kami,” ucap Junimart Girsang di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/11/2015).

Junimart merasa MKD yang beranggotakan perwakilan tiap fraksi itu belum maksimal menegakkan kode etik anggota dewan. Pada kasus terakhir, misal Trumpgate, yang juga melibatkan Novanto, sanksinya hanya teguran.

Bahkan sidangnya dilakukan di luar ruang MKD dengan sanksi yang dijatuhkan hanya teguran. “Saya nggak ikut itu (sidang Trumpgate -red),” ujar mantan pengacara itu.

“Maksud saya teman-teman kawal di MKD agar kami bisa bekerja secara maksimal dan profesional,” imbuhnya.

Terkait pengusutan laporan Sudirman Said, jika dalam 14 hari sudah diputuskan bisa ditindaklanjuti, maka akan digelar sidang untuk memanggil pihak-pihak terkait. Junimart berharap sidang digelar terbuka, meski belum tentu disetujui pimpinan MKD yang lain.

“Bagaimana caranya di MKD sepanjang bukan (kasus) asusila, bisa terbuka untuk umum. Itu saja diperjuangkan,” ucapnya.

Share This: